" ilalang"
Risan kecil lahir di keluarga yg sederhana. Dia lahir di sebuah pelosok desa, di kaki gunung lawu. Ibunya guru, ayahnya seolah aparat keamanan.
Pada masa itu gaji PNS sangat minim. Tapi peninggalan buyutnya yg berupa kebun dan sawah, sangatlah membantu kehidupan keluarganya. Buah2 an yg sangat beragam, sawah yg panenanya melimpah ruah, adalah berkah tersendiri utk keluarga risan.
Meski keluarga risan tergolong cukup secara perekonomian, tapi... risan selalu hidup dalam keterbatasan. Ibu risan selalu bilang " besok hidupmu belum tentu enak " alih2 memberikan segala macam kebutuhan risan. Ya, kata2 itu adalah mantra setiap kali risan d minta utk mengerjakan pekerjaan2 rumah, dan juga selalu d selipkan dalam kemarahan ketika risan meminta sesuatu kepada ibunya.
Dulu sewaktu kecil, mungkin sebelum SD, risan selalu mendapat cubitan, kadang di tangan, kadang di paha, setiap kali risan meminta sesuatu kepada ibu nya. Meski begitu, setiap kali dia melihat sesuatu yg lucu, dia akan tetap meminta kepada ibu nya. Meski sebagian bahkan hampir semua yg dia minta tidak pernah di turuti, dan bahkan cubitan kecil yg justru mendarat di badannya.
Perlahan, risan menyadari, apa yg dia inginkan tidak akan pernah diberikan oleh orang tuanya, meskipun dia menangis sejadi jadinya. Justru akan semakin banyak omelan, makian dan cubitan yg akan dia terima. Menyadari hal ini, risan mylai berfikir, dia harus berusaha utk mendapatkan uang kalau mau membeli sesuatu yg dia inginkan.
Dan benar saja, bibi risan, yg rumahnya bersebelahan dengan risan, mempunyai usaha jualan es kuncir. Awal mulanya risan ragu, tapi akhirnya risan berani, utk menerima pekerjaan menjadi tukang loper es. Tugasnya simple, dia hanya mengantarkan termos yg berisi es kuncir ke warung2 yg berlangganan es kuncir. Tapi karna risan masi kecil, dia hanya berani mengantarkan ke 2 warung yg lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. Kira2 jarak warung itu sekitar 500 meter dan 800 meter. Sekali mengantarkan risan mendapat upah 100 rupiah.
Risan sangat senang setiap kali mendapat upah. Sehari biasanay dia mengantarkan sekali ke 2 warung tersebut. Berarti dia mendapat 200 rupiah. Wajahnya sangat berseri setiap kali menerima 2 keping uang logam 100 an rupiah. Dalam benaknya dia selalu membayangkan akan dipakai utk membeli apa uang ini.. kadang dia belikan penghapus, kadang bolpoin, buku, penggaris, atau sekedar utk membeli nasi di sekolah.
Badan risan sangat kecil, tapi semangatnya sangat besar. Karna dia sadar, utk mendapatkan apa yg dia inginkan ataupun dia butuhkan, dia harus mengupayakan sendiri.
~ to be continue~
By Risan


0 komentar:
Posting Komentar