Minggu, 31 Mei 2026

Naasku yg Kau Ijinkan

 Sampai sekarang aku masi sering bertanya kepadamu Tuhan, dari sekian banyak anak perempuan, kenapa engkau membiarkan aku mengalami kejadian Naas itu.

Aku masih se kecil itu tuhan. Bahkan 5 tahun saja belum genap. Setelah kejadian itu, aku ketakutan selama bertahun tahun. Yg lebih menyakitkan, aku tidak punya siapa2 utk bercerita. Aku menghadapi ketakutanku sendirian. Benar benar sendirian. Aku benar benar takut Tuhan.....

Apakah kau tau bagaimana rasanya seoarnag anak kecil harus menghadapi ketakutan yg besar selama bertahun tahun? Kau pasti tau. 

Dan setelah aku mengetahui seluk beluk tentang kejadian naas itu. Ketakutanku berubah, menjadi rasa rendah diri, rasa tidak berharga. Seumur hidupku aku membawa rasa itu Tuhan. Dan kau pasti tau dan melihat, bahwa semua rasa itu, sangat mempengaruhiku dalam membuat banyak keputusan. 

Aku berusaha menutupi semua rasa itu dengan sempurna. Aku berusaha menjadi anak yg pintar, anak yg berprestasi, anak yang ceria... tapi engkau juga pasti melihatku, di malam malamku, rasa sakit itu selalu datang. Dan aku menelannya sendirian. 


Tuhan, sampai detik ini, aku masih menangisi anak kecil itu. Karna aku tau persis apa yg dia rasakan. Betapa pilu nya apa yg dia rasakan. 

Wanna Go home

 Tuhan, engkau pasti tau, seberapa sering aku meminta kepadamu agar engkau segera memangilku. 

Meski engkau sudah mendidiku hidup tanpan sandsran sejak kecil, tapi rasanya memang se lelah itu. 

Aku gak bisa melepaskan tanggung jawabku terhadap mereka, orang2 sekitarku, pada orang2 yg membutuhkan bantuan. Engkaulah yg memberiku hati se lemah itu. Aku tidak merutukimu Mu. Aku bersyukur kepadamu, karna engkau selalu menggenggam tanganku. 

Engkau pasti sering mendengar hatiku memprotes, Nabi saja kau beri siti khadijah utk tempat bersandarnya. Kenapa kau membiarkan aku sendiri. Bahkan aku hanya bisa bilang kalau aku lelah kepadamu saja. 

Semoga, selepas bayi itu dewasa, engkau mau segera memanggilku. 

Jumat, 29 Mei 2026

I've give up for twice

 Dalam hidup ini, aku sudah 2 kali menyerah.

Pertama, aku menyerah terhadap keluargaku. Ibu, ayah, dan kakakku .entah di usia berapa, mungkin sekitar SMP. Aku sudah tidak merasakan kecewa, sedih, atas semua perlakuan mereka. Apapun itu. Mau perlakuan tidak adik, mau perkataan kasar, perlakuan kasar, bohong, apapun itu. 

Aku pernah berharap, mereka akan memperlakukanku dengan baik, menyayangiku, tidak berkata kasar lagi, dan memberikan fasilitas yg sama. Sesekali memenangkan aku, utk apa yg menjadi hakku. Tapi setelah semua perjuangan yg aku lakukan, sudah berapa kali aku tumbang, berkali kali aku jatuh sakit, meski aku menjadi anak yg pintar, anak yg berprestasi, aku bukan lah pilihan. 

Pada saat masuk kuliah, aku sudah tidak memikirkan mereka lagi. Kenapa aku belajar begitu keras, agar d terima di Un Negeri. Karna aku yakin, kalau aku d Un swasta, mereka tidak akan membiayai. Aku hanya ingin bisa kuliah, agar bisa menjadi orang yg lebih baik.

Puji Tuhan aku d terima di UGM. Tapi apakah orang tuaku merayakan itu? Tentu tidak. Ayahku justru mencibir aku "kuliah d di komputer, apa kamu mau jadintukang servis komputer". Sepanjang aku berkuliah di UGM cibiran itu yg sering keluar. Aku tidak peduli, aku hanya terus tekun belajar. Tekun menambah skill ku. Aku tidak perlu lagi membuktikan kepada mereka agar mereka menerimaku, aku hanya ingin mereka Malu, atas perlakukannya kepadaku. Akhirnya benar, di semester 7 aku sudah mulai bekerja. Aku bekerja sambil kuliah. Aku kerja d 2 tempat. Dan di semester 9, karna proses kelulusan aku harus menambah 1 semester dari targetku, aku bisa membayar sendiri uang semesteranku. 


Nana, kamu anak yang kuat, kamu adalah seorang petarung, begitu banyak luka d hatimu. Jika aku bisa menyembuhkanmu, aku akan segera berusaha menyembuhkanmu. Hiduplah bersama luka2 itu. Tak apa merasakan sakitnya sampai sekarang. Kamu boleh menangis, kamu boleh sakit, tapi kamu tidak boleh menyerah sekarang. Akan ada waktunya Tuhan memanggilmu. Dan kamu tidak perlu lagi merasakan sekua sakit itu. 

Selasa, 19 Mei 2026

Saat aku membenci malam

 Ada masanya aku sangat membenci malam.

Ya, sejak mimpi buruk pertama itu, suara2 dan intuisi yg entah datang dari mana, sering muncul saat malam tiba.

Ya kalau siang terkadang ada juga, tapi kalau malam, suara2 "aneh" itu mulai sering datang. Malam ku selama bertahun2 sangat menakutkan. Bagian yg paling menyedihkan adalah, aku harus menghadapinya sendirian. 

Kadang pintu jendelaku dinketuk2 saat tengah malam. Kadang ada "mahluk" yg datang ke kamarku. Kadang mereka datang lewat mimpi. Kadang tiba2 mereka lewat di sebelahku. 

Dan setiap aku bercerita kepada ibu ku, hhhhhh.. entahlah, mungkin dia juga tidak tahu harus bagaimana, atau mungkin juga tidak peduli dengan yg aku alami. 

Akhirnya lambat laun, aku beradaptasi dengan rasa takutku. Kalau ornag bilang "kamu enak, sudah peka sejak kecil, jadi sekarang uda gak takut lagi" heyyyyy... kamu... kamu gak tau aja gimana malam2 ku berlalu saat itu. Kamu gak tau aja aku seringkali mendengarkan radio yg uda ga ada siaranya agar suara2 itu tidak terlalu mengganggu. Bertahun2 aku tenggelam dalam rasa takut, sendirian. Aku yg masi sekecil itu, harus menghadapi ketakutan sebesar itu, sendirian. 

Pengen apa aja ??

 1. Aku pengen menghapus semua memory perlakuan kasar dan kata2 kasar dari ortu ku.

2. Pengen d rayakan sama ortu

3. Pengen dipeluk kalau lagi sedih, pengen dibsayangi sama ortu, pengen d perlakukan dengan lembut.

4. Pengen d sayangi sama kakaku, pengen d perlakukan layaknya seorang adik. 

5. Pengen bisa datang ke masa aku kecil, aku peluk nana kecil. 

6. Pengen beli calpico. Dulu sering banget liat iklannya, tapi gak ada duit, dan sekarang uda da duit, tapi calpiconta uda gak ada. 

7. Pengen menghapus memory kelam kala itu. Pengen bener2 bisa lupa. 

Kamis, 14 Mei 2026

eS De

 Aku masuk sekolah SD sat usiaku 6 tahun lebih. Dinusua ini aku sudah cukup paham perbedaan perlakuan orang tuaku antara ke aku dan kepada kakakku. 

Meski kedua orang tuaku + nenekku memberi fasilitas yg sangat jauh berbeda, aku tidak pernah secara frontal mempertanyakan kepada mereka. Aku hanya lebuh berhati2 ketika ingin meminta sesuatu kepada ibuku. 

Meski di usia ini aku sudah bekerja menjadi tukang loper  es, tapi penghasilanku tidak cukup utk membeli kebutuhan 2 ku yg cukup mahal. Misal kalau sepatuku rusak, atau tasku rusak, aku mau gak mau tetap meminta kepada orang tuaku. Meski seringkali berakir makian, dan sederet kenyataan pahit yg harus aku dengarkan, terkadnag aku masih mencoba utk meminta. Uang hasil kerjaku saatvitu hanya cukup utk membeli makan, ya sekedar agar aku tidak kelaparan saat di sekolah. 

Saat kelas 1 nilaiku biasa2 saja. Bahkan lebih banyak nilai 6 dan 7. Karna memang aku bisa d bilang kurang pendampingan. Tapi saat kelas 2, aku mulai memahami banyak hal. Nilaiku mulai bagus, dan masuk 3 besar di kelas. Saat mendapat peringkat ini ortuku mulai memberi penawaran, "mau hadiah apa?" 

Kesempatan ini aku pakai utk membeli tas sekolah. Karna memang semasa kelas 1, tasku adalah hasil pemberian dari tetanggaku. 

Di kelas2 berikutnya aku selalu berusaha utk belajar lebih rajin, agar aku bisa mengganti barang2 ku yg rusak. Mungkin ini adalah cara terbaik utk mencukupi kebutuhanku. 

Waktu ku masa itu habis utk belajar, utk memgikuti lomba, utk les. Seringkali aku jatuh sakit karna kecapekan. Tapi aku tetap belajar, karna dengan cara itu orang tuaku sedikit bisa melihatku. Dan yg terpenting aku tidak perlu memgemis atau mendapat omelan saat harus mengganti barangku yg sudah rusak. 

Senin, 27 April 2026

My 1st Nightmare

 Di usia sekitar 3 tahunan, pernah selama beberapa hari aku bermimpi hal yg sama. Sekitar 4 hari berturut2. 

Aku bermimpi d kejar kejar oleh mahluk, bentuknya tinggi besar, warnanya hitam. Dan aku d kejar sat malam hari. 

Aku berlarian, yg aku ingat aku berlari d tengah2 pohon bambu. Gak ada satupun orang disitu. Aku hanya sendirian. Aku benar2 ketakutan. Bahkan utk menangis saja aku tak bisa karna saking paniknya berlari sekencang mungkin agar tak d tangkap oleh mahluk itu.

Yg aku ketahui, itu bukan manusia, dan itu bukan mahluk yg ada di dunia nyata. 

Setiap bangun tidur, bajuku sudah basah kuyup karna keringat. Dan rupanya mamah sudah mengganti bajuku saat malam. Karna saking basahnya, takut aku kedinginan. Tapi aku gak sadar saat mamah mengganti bajuku. 


Kata orang2 sekitar, aku tidurnya di peluk sama gendruwo. Saat itu aku gak tau apa itu gendruwo.

Sejak saat itu, aku mulai bermimpi saat tidur, di setiap tidurku. 

Rabu, 01 April 2026

NIGHTMARE

 Halnyg paling menakutkan itu adalah, kalau ngalamin sesuatu yg menyeramkan di dalam mimpi. Dimana kesadaran kita hanya setengah, tau kalau itu cuma mimpi. Tapi kita g bisa minta tolong siapa2. 

Tadi malem, lagi dan lagi. Nightmare. 

Mimpi ketemu temenku smp, namanya antin. Tapi lokasi mimpi nya itu d rumah orang lain. G usah d sebutin. Antin nyamperin aku, nah dia ini bawa ular. Ularnya warnanya burgundi. Badannya gedenya se jempol kaki. Tapi pamjangnya cuma sekitar 1 meter an. Awalnya ni ular diem aja. Tapi setelah dia liat aku, tiba2 dia mau gigit aku. 

Antin lalu meganin ular ini biar gak gigit aku. Tapi ni ular berontak banget dan tetep ngejar aku. 

Aku nya langsung berdiri, dan lari menjauh. Tapi mata ular ini masintertuju ke aku. Dan masi bersikeras utk ngejar aku.

Hahhhhh... aku langsung terbangun... badanku uda keringetan semua. Mataku masi pedih babget karna sebenernya masi bgantuk banget. Tapi mau tidur takut banget mimpinya berlanjut. Karna ini bukan "mimpi biasa". Dan mimpi2 spt ini cukup sering terjadi. Dan aku g tau aku bisa share ke siapa. 


Setelah kebangun itu. Aku akhirnya g tidur. Bertahan melek karna takut. Dan, 10 menit berikutnya. Lampu lantai 1 tetiba padam. Kayaknya listriknya pulsanya abis. 

Lalu, 5 menit berikutnya, smart watch wahoo ku tetiba nyala lampu detektor blootothnya. Fyi ini jam kalau g d pake lampu bluetoothnya mati. Tapi kalau ada pergerakan atau ada sesuatu diatasnya, dia akan nyala. Ini jam aku taruh d rak kamar. Dan tetiba nyala sendiri. Setelah kejadian nyala 3x, akhitnya aku ambil itu jam aku matiin 🤣. Aku gak terllau peduli sih kalau ada yg lewat. Aku lebib takut kalau kejadian mimpi buruk kayak itu lagi. 


So, hari jni aku coba cari psikolog yg bisa bantu kasusku. Bisr aku gak tertanggu kalau ngalamin nightmare. 

Jumat, 06 Maret 2026

Risan kecil #1

Belajar mengerti kepemilikan di usia yg sangat dini


Sore itu risan tersenyum lebar, bagaimana tidak, ayahnya datang menbawa mainan. Ya, sebuah box persegi panjang. Dia dan kakak nya langsung berlarian ke arah ayahnya. Dengan mata berbinar risan mengamati kakaknya membuka box itu. Dan taraaaa, isinya adalah sebuah robot, berwarna silver. Dan dia bisa berjalan sendiri kalau tombol on nya di nyalakan. Risan benar2 terkesan dengan robot tersebut. Senangnya dia bukan main. 


Dia lebih banyak mengamati kakak nya memainkan robot tersebut. Dia masi takut utk mencoba mainan tersebut. Dia benar2 takjub. Utk anak usia 3 tahunan, mainan tersebut sangat keren. 


Keesokan hari nya, di ingin memainkan robot tersebut. Dia meminta kepada kakak nya agar dia bisa bermain dengan robot tersebut. Tapi, kakaknya hanya memperbolehkan dia melihat. Dia tidak d perbolehkan utk mencoba memainkannya. Dan setelahnya kakaknya mengambil robot itu lalu menyimpannya entah dimana. Dan ketika dia memprotes ke ayah dan ibu, mereka hanya memintanya utk bermain dengan mainan yg lain. 



Disitu dia sadar, ayahnya membelikan mainan itu bukan utk dipakai mereka berdua, tapi utk kakak nya. Pun dengan mainan2 yg lain. Kakak nya mempunyai begitu banyak mainan. Tapi setiap risan mencoba bermain dengan mainan2 itu, kakak nya selalu memukulnya. Dan riaan tidak bisa membalas, karna tiap kali bertengkar, orang2 d rumah hanya memintanya utk tidak membalas, dan menyuruh risan utk tidak bermain atau mendekati kakak nya. 


Bagaimanapun dia masi anak2, terkadang dia hanya ingin memainkan sebentar saja. Karna dia tidak punya mainan. Mainan yg sering dia mainkan hanya potongan2 genting dan marmer, atau potongan kayu bekas membuat perlengkapan rumah. 


Entah d usia berapa dia sudah tidak pernah merengek lagi utk dibelikan mainan. Pernah suatu ketika dia menangis sangat histeris karna begitu ingin d belikan sepeda. Kakak nya punya sepeda kecil, lalu dia minta d belikan sepeda lagi yg model bmx. Dan di hari itu juga nenek membelikan sepeda utk kakak nya. Risan pikir karna kakak nya mempunyai sepeda baru, sepeda lamanya yg ukurnanya kecil akan diberikan kepada risan. Ternyata tidak, tiap kali risan mau memakai sepeda itu dia dipukul. 


Hari itu risan menangis sejadi jadinya, memohon agar ayah dan ibunya membelikan sepeda. Tapi, bahkan mereka berusaha menenangkan risan pun tidak. Akhirnya dia diam dengan sendirinya. Dalam diamnya, ada hal yg sangat menyayat hati, di usia sekecil itu, dia  mulai memahami, dia bukanlah anak yang di utamakan oleh orang tuanya. Dan, sejak itu dia mulai kehilangan harapan kepada orang tuanya. 

Jumat, 16 Januari 2026

Memoar Risan

  " ilalang"


Risan kecil lahir di keluarga yg sederhana. Dia lahir di sebuah pelosok desa, di kaki gunung lawu. Ibunya guru, ayahnya seolah aparat keamanan. 

Pada masa itu gaji PNS sangat minim. Tapi peninggalan buyutnya yg berupa kebun dan sawah, sangatlah membantu kehidupan keluarganya. Buah2 an yg sangat beragam, sawah yg panenanya melimpah ruah, adalah berkah tersendiri utk keluarga risan.

Meski keluarga risan tergolong cukup secara perekonomian, tapi... risan selalu hidup dalam keterbatasan. Ibu risan selalu bilang " besok hidupmu belum tentu enak " alih2 memberikan segala macam kebutuhan risan. Ya, kata2 itu adalah mantra setiap kali risan d minta utk mengerjakan pekerjaan2 rumah, dan juga selalu d selipkan dalam kemarahan ketika risan meminta sesuatu kepada ibunya.  

Dulu sewaktu kecil, mungkin sebelum SD, risan selalu mendapat cubitan, kadang di tangan, kadang di paha, setiap kali risan meminta sesuatu kepada ibu nya. Meski begitu, setiap kali dia melihat sesuatu yg lucu, dia akan tetap meminta kepada ibu nya. Meski sebagian bahkan hampir semua yg dia minta tidak pernah di turuti, dan bahkan cubitan kecil yg justru mendarat di badannya. 

Perlahan, risan menyadari, apa yg dia inginkan tidak akan pernah diberikan oleh orang tuanya, meskipun dia menangis sejadi jadinya. Justru akan semakin banyak omelan, makian dan cubitan yg akan dia terima. Menyadari hal ini, risan mylai berfikir, dia harus berusaha utk mendapatkan uang kalau mau membeli sesuatu yg dia inginkan. 

Dan benar saja, bibi risan, yg rumahnya bersebelahan dengan risan, mempunyai usaha jualan es kuncir. Awal mulanya risan ragu, tapi akhirnya risan berani, utk menerima pekerjaan menjadi tukang loper es. Tugasnya simple, dia hanya mengantarkan termos yg berisi es kuncir ke warung2 yg berlangganan es kuncir. Tapi karna risan masi kecil, dia hanya berani mengantarkan ke 2 warung yg lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. Kira2 jarak warung itu sekitar 500 meter dan 800 meter. Sekali mengantarkan risan mendapat upah 100 rupiah. 

Risan sangat senang setiap kali mendapat upah. Sehari biasanay dia mengantarkan sekali ke 2 warung tersebut. Berarti dia mendapat 200 rupiah. Wajahnya sangat berseri setiap kali menerima 2 keping uang logam 100 an rupiah. Dalam benaknya dia selalu membayangkan akan dipakai utk membeli apa uang ini.. kadang dia belikan penghapus, kadang bolpoin, buku, penggaris, atau sekedar utk membeli nasi di sekolah. 

Badan risan sangat kecil, tapi semangatnya sangat besar. Karna dia sadar, utk mendapatkan apa yg dia inginkan ataupun dia butuhkan, dia harus mengupayakan sendiri. 


~ to be continue~

By Risan

 
Copyright © just wanna be my self. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh