Aku masuk sekolah SD sat usiaku 6 tahun lebih. Dinusua ini aku sudah cukup paham perbedaan perlakuan orang tuaku antara ke aku dan kepada kakakku.
Meski kedua orang tuaku + nenekku memberi fasilitas yg sangat jauh berbeda, aku tidak pernah secara frontal mempertanyakan kepada mereka. Aku hanya lebuh berhati2 ketika ingin meminta sesuatu kepada ibuku.
Meski di usia ini aku sudah bekerja menjadi tukang loper es, tapi penghasilanku tidak cukup utk membeli kebutuhan 2 ku yg cukup mahal. Misal kalau sepatuku rusak, atau tasku rusak, aku mau gak mau tetap meminta kepada orang tuaku. Meski seringkali berakir makian, dan sederet kenyataan pahit yg harus aku dengarkan, terkadnag aku masih mencoba utk meminta. Uang hasil kerjaku saatvitu hanya cukup utk membeli makan, ya sekedar agar aku tidak kelaparan saat di sekolah.
Saat kelas 1 nilaiku biasa2 saja. Bahkan lebih banyak nilai 6 dan 7. Karna memang aku bisa d bilang kurang pendampingan. Tapi saat kelas 2, aku mulai memahami banyak hal. Nilaiku mulai bagus, dan masuk 3 besar di kelas. Saat mendapat peringkat ini ortuku mulai memberi penawaran, "mau hadiah apa?"
Kesempatan ini aku pakai utk membeli tas sekolah. Karna memang semasa kelas 1, tasku adalah hasil pemberian dari tetanggaku.
Di kelas2 berikutnya aku selalu berusaha utk belajar lebih rajin, agar aku bisa mengganti barang2 ku yg rusak. Mungkin ini adalah cara terbaik utk mencukupi kebutuhanku.
Waktu ku masa itu habis utk belajar, utk memgikuti lomba, utk les. Seringkali aku jatuh sakit karna kecapekan. Tapi aku tetap belajar, karna dengan cara itu orang tuaku sedikit bisa melihatku. Dan yg terpenting aku tidak perlu memgemis atau mendapat omelan saat harus mengganti barangku yg sudah rusak.


0 komentar:
Posting Komentar