Sampai sekarang aku masi sering bertanya kepadamu Tuhan, dari sekian banyak anak perempuan, kenapa engkau membiarkan aku mengalami kejadian Naas itu.
Aku masih se kecil itu tuhan. Bahkan 5 tahun saja belum genap. Setelah kejadian itu, aku ketakutan selama bertahun tahun. Yg lebih menyakitkan, aku tidak punya siapa2 utk bercerita. Aku menghadapi ketakutanku sendirian. Benar benar sendirian. Aku benar benar takut Tuhan.....
Apakah kau tau bagaimana rasanya seoarnag anak kecil harus menghadapi ketakutan yg besar selama bertahun tahun? Kau pasti tau.
Dan setelah aku mengetahui seluk beluk tentang kejadian naas itu. Ketakutanku berubah, menjadi rasa rendah diri, rasa tidak berharga. Seumur hidupku aku membawa rasa itu Tuhan. Dan kau pasti tau dan melihat, bahwa semua rasa itu, sangat mempengaruhiku dalam membuat banyak keputusan.
Aku berusaha menutupi semua rasa itu dengan sempurna. Aku berusaha menjadi anak yg pintar, anak yg berprestasi, anak yang ceria... tapi engkau juga pasti melihatku, di malam malamku, rasa sakit itu selalu datang. Dan aku menelannya sendirian.
Tuhan, sampai detik ini, aku masih menangisi anak kecil itu. Karna aku tau persis apa yg dia rasakan. Betapa pilu nya apa yg dia rasakan.

