Selasa, 19 Mei 2026

Saat aku membenci malam

 Ada masanya aku sangat membenci malam.

Ya, sejak mimpi buruk pertama itu, suara2 dan intuisi yg entah datang dari mana, sering muncul saat malam tiba.

Ya kalau siang terkadang ada juga, tapi kalau malam, suara2 "aneh" itu mulai sering datang. Malam ku selama bertahun2 sangat menakutkan. Bagian yg paling menyedihkan adalah, aku harus menghadapinya sendirian. 

Kadang pintu jendelaku dinketuk2 saat tengah malam. Kadang ada "mahluk" yg datang ke kamarku. Kadang mereka datang lewat mimpi. Kadang tiba2 mereka lewat di sebelahku. 

Dan setiap aku bercerita kepada ibu ku, hhhhhh.. entahlah, mungkin dia juga tidak tahu harus bagaimana, atau mungkin juga tidak peduli dengan yg aku alami. 

Akhirnya lambat laun, aku beradaptasi dengan rasa takutku. Kalau ornag bilang "kamu enak, sudah peka sejak kecil, jadi sekarang uda gak takut lagi" heyyyyy... kamu... kamu gak tau aja gimana malam2 ku berlalu saat itu. Kamu gak tau aja aku seringkali mendengarkan radio yg uda ga ada siaranya agar suara2 itu tidak terlalu mengganggu. Bertahun2 aku tenggelam dalam rasa takut, sendirian. Aku yg masi sekecil itu, harus menghadapi ketakutan sebesar itu, sendirian. 

Pengen apa aja ??

 1. Aku pengen menghapus semua memory perlakuan kasar dan kata2 kasar dari ortu ku.

2. Pengen d rayakan sama ortu

3. Pengen dipeluk kalau lagi sedih, pengen dibsayangi sama ortu, pengen d perlakukan dengan lembut.

4. Pengen d sayangi sama kakaku, pengen d perlakukan layaknya seorang adik. 

5. Pengen bisa datang ke masa aku kecil, aku peluk nana kecil. 

6. Pengen beli calpico. Dulu sering banget liat iklannya, tapi gak ada duit, dan sekarang uda da duit, tapi calpiconta uda gak ada. 

7. Pengen menghapus memory kelam kala itu. Pengen bener2 bisa lupa. 

Kamis, 14 Mei 2026

eS De

 Aku masuk sekolah SD sat usiaku 6 tahun lebih. Dinusua ini aku sudah cukup paham perbedaan perlakuan orang tuaku antara ke aku dan kepada kakakku. 

Meski kedua orang tuaku + nenekku memberi fasilitas yg sangat jauh berbeda, aku tidak pernah secara frontal mempertanyakan kepada mereka. Aku hanya lebuh berhati2 ketika ingin meminta sesuatu kepada ibuku. 

Meski di usia ini aku sudah bekerja menjadi tukang loper  es, tapi penghasilanku tidak cukup utk membeli kebutuhan 2 ku yg cukup mahal. Misal kalau sepatuku rusak, atau tasku rusak, aku mau gak mau tetap meminta kepada orang tuaku. Meski seringkali berakir makian, dan sederet kenyataan pahit yg harus aku dengarkan, terkadnag aku masih mencoba utk meminta. Uang hasil kerjaku saatvitu hanya cukup utk membeli makan, ya sekedar agar aku tidak kelaparan saat di sekolah. 

Saat kelas 1 nilaiku biasa2 saja. Bahkan lebih banyak nilai 6 dan 7. Karna memang aku bisa d bilang kurang pendampingan. Tapi saat kelas 2, aku mulai memahami banyak hal. Nilaiku mulai bagus, dan masuk 3 besar di kelas. Saat mendapat peringkat ini ortuku mulai memberi penawaran, "mau hadiah apa?" 

Kesempatan ini aku pakai utk membeli tas sekolah. Karna memang semasa kelas 1, tasku adalah hasil pemberian dari tetanggaku. 

Di kelas2 berikutnya aku selalu berusaha utk belajar lebih rajin, agar aku bisa mengganti barang2 ku yg rusak. Mungkin ini adalah cara terbaik utk mencukupi kebutuhanku. 

Waktu ku masa itu habis utk belajar, utk memgikuti lomba, utk les. Seringkali aku jatuh sakit karna kecapekan. Tapi aku tetap belajar, karna dengan cara itu orang tuaku sedikit bisa melihatku. Dan yg terpenting aku tidak perlu memgemis atau mendapat omelan saat harus mengganti barangku yg sudah rusak. 

 
Copyright © just wanna be my self. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh