Kamis, 18 Juni 2026

Tatapan kosong

 Pernahkah kalian melihat tatapan kosong anak kecil. Tatapan yg sudah tidak punya harapan. 

Ya, tatapan itu salah satunya dari aku. 

Entah d usia berapa, aku sudah tidak memiliki keinginan. Aku sudah tidak memiliki harapan. 

Satu2 nya yg aku inginkan hanyalah segera lulus sekolah, bisa bekerja, dsn keluar dari rumah itu. 

Rasanya sudah muak mendengar kata2 kasar yg setiap kali terlontar. Rasanya sudah lelah harus mengemis hal2 yg sebenarnya hanyalah kebutuhan dasar utk ku hidup. Rasanya sudah jenuh dengan perlakuan kasar mereka. Dan aku sudah tidak berharap apapun lagi dari mereka. Tidak satu pun, Dan apapun. 

Minggu, 31 Mei 2026

Naasku yg Kau Ijinkan

 Sampai sekarang aku masi sering bertanya kepadamu Tuhan, dari sekian banyak anak perempuan, kenapa engkau membiarkan aku mengalami kejadian Naas itu.

Aku masih se kecil itu tuhan. Bahkan 5 tahun saja belum genap. Setelah kejadian itu, aku ketakutan selama bertahun tahun. Yg lebih menyakitkan, aku tidak punya siapa2 utk bercerita. Aku menghadapi ketakutanku sendirian. Benar benar sendirian. Aku benar benar takut Tuhan.....

Apakah kau tau bagaimana rasanya seoarnag anak kecil harus menghadapi ketakutan yg besar selama bertahun tahun? Kau pasti tau. 

Dan setelah aku mengetahui seluk beluk tentang kejadian naas itu. Ketakutanku berubah, menjadi rasa rendah diri, rasa tidak berharga. Seumur hidupku aku membawa rasa itu Tuhan. Dan kau pasti tau dan melihat, bahwa semua rasa itu, sangat mempengaruhiku dalam membuat banyak keputusan. 

Aku berusaha menutupi semua rasa itu dengan sempurna. Aku berusaha menjadi anak yg pintar, anak yg berprestasi, anak yang ceria... tapi engkau juga pasti melihatku, di malam malamku, rasa sakit itu selalu datang. Dan aku menelannya sendirian. 


Tuhan, sampai detik ini, aku masih menangisi anak kecil itu. Karna aku tau persis apa yg dia rasakan. Betapa pilu nya apa yg dia rasakan. 

Wanna Go home

 Tuhan, engkau pasti tau, seberapa sering aku meminta kepadamu agar engkau segera memangilku. 

Meski engkau sudah mendidiku hidup tanpan sandsran sejak kecil, tapi rasanya memang se lelah itu. 

Aku gak bisa melepaskan tanggung jawabku terhadap mereka, orang2 sekitarku, pada orang2 yg membutuhkan bantuan. Engkaulah yg memberiku hati se lemah itu. Aku tidak merutukimu Mu. Aku bersyukur kepadamu, karna engkau selalu menggenggam tanganku. 

Engkau pasti sering mendengar hatiku memprotes, Nabi saja kau beri siti khadijah utk tempat bersandarnya. Kenapa kau membiarkan aku sendiri. Bahkan aku hanya bisa bilang kalau aku lelah kepadamu saja. 

Semoga, selepas bayi itu dewasa, engkau mau segera memanggilku. 

 
Copyright © just wanna be my self. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh