Jumat, 29 Mei 2026

I've give up for twice

 Dalam hidup ini, aku sudah 2 kali menyerah.

Pertama, aku menyerah terhadap keluargaku. Ibu, ayah, dan kakakku .entah di usia berapa, mungkin sekitar SMP. Aku sudah tidak merasakan kecewa, sedih, atas semua perlakuan mereka. Apapun itu. Mau perlakuan tidak adik, mau perkataan kasar, perlakuan kasar, bohong, apapun itu. 

Aku pernah berharap, mereka akan memperlakukanku dengan baik, menyayangiku, tidak berkata kasar lagi, dan memberikan fasilitas yg sama. Sesekali memenangkan aku, utk apa yg menjadi hakku. Tapi setelah semua perjuangan yg aku lakukan, sudah berapa kali aku tumbang, berkali kali aku jatuh sakit, meski aku menjadi anak yg pintar, anak yg berprestasi, aku bukan lah pilihan. 

Pada saat masuk kuliah, aku sudah tidak memikirkan mereka lagi. Kenapa aku belajar begitu keras, agar d terima di Un Negeri. Karna aku yakin, kalau aku d Un swasta, mereka tidak akan membiayai. Aku hanya ingin bisa kuliah, agar bisa menjadi orang yg lebih baik.

Puji Tuhan aku d terima di UGM. Tapi apakah orang tuaku merayakan itu? Tentu tidak. Ayahku justru mencibir aku "kuliah d di komputer, apa kamu mau jadintukang servis komputer". Sepanjang aku berkuliah di UGM cibiran itu yg sering keluar. Aku tidak peduli, aku hanya terus tekun belajar. Tekun menambah skill ku. Aku tidak perlu lagi membuktikan kepada mereka agar mereka menerimaku, aku hanya ingin mereka Malu, atas perlakukannya kepadaku. Akhirnya benar, di semester 7 aku sudah mulai bekerja. Aku bekerja sambil kuliah. Aku kerja d 2 tempat. Dan di semester 9, karna proses kelulusan aku harus menambah 1 semester dari targetku, aku bisa membayar sendiri uang semesteranku. 


Nana, kamu anak yang kuat, kamu adalah seorang petarung, begitu banyak luka d hatimu. Jika aku bisa menyembuhkanmu, aku akan segera berusaha menyembuhkanmu. Hiduplah bersama luka2 itu. Tak apa merasakan sakitnya sampai sekarang. Kamu boleh menangis, kamu boleh sakit, tapi kamu tidak boleh menyerah sekarang. Akan ada waktunya Tuhan memanggilmu. Dan kamu tidak perlu lagi merasakan sekua sakit itu. 

Selasa, 19 Mei 2026

Saat aku membenci malam

 Ada masanya aku sangat membenci malam.

Ya, sejak mimpi buruk pertama itu, suara2 dan intuisi yg entah datang dari mana, sering muncul saat malam tiba.

Ya kalau siang terkadang ada juga, tapi kalau malam, suara2 "aneh" itu mulai sering datang. Malam ku selama bertahun2 sangat menakutkan. Bagian yg paling menyedihkan adalah, aku harus menghadapinya sendirian. 

Kadang pintu jendelaku dinketuk2 saat tengah malam. Kadang ada "mahluk" yg datang ke kamarku. Kadang mereka datang lewat mimpi. Kadang tiba2 mereka lewat di sebelahku. 

Dan setiap aku bercerita kepada ibu ku, hhhhhh.. entahlah, mungkin dia juga tidak tahu harus bagaimana, atau mungkin juga tidak peduli dengan yg aku alami. 

Akhirnya lambat laun, aku beradaptasi dengan rasa takutku. Kalau ornag bilang "kamu enak, sudah peka sejak kecil, jadi sekarang uda gak takut lagi" heyyyyy... kamu... kamu gak tau aja gimana malam2 ku berlalu saat itu. Kamu gak tau aja aku seringkali mendengarkan radio yg uda ga ada siaranya agar suara2 itu tidak terlalu mengganggu. Bertahun2 aku tenggelam dalam rasa takut, sendirian. Aku yg masi sekecil itu, harus menghadapi ketakutan sebesar itu, sendirian. 

Pengen apa aja ??

 1. Aku pengen menghapus semua memory perlakuan kasar dan kata2 kasar dari ortu ku.

2. Pengen d rayakan sama ortu

3. Pengen dipeluk kalau lagi sedih, pengen dibsayangi sama ortu, pengen d perlakukan dengan lembut.

4. Pengen d sayangi sama kakaku, pengen d perlakukan layaknya seorang adik. 

5. Pengen bisa datang ke masa aku kecil, aku peluk nana kecil. 

6. Pengen beli calpico. Dulu sering banget liat iklannya, tapi gak ada duit, dan sekarang uda da duit, tapi calpiconta uda gak ada. 

7. Pengen menghapus memory kelam kala itu. Pengen bener2 bisa lupa. 

 
Copyright © just wanna be my self. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh