siang ini kencan maksi denagn suami tercinta... dan seprti biasa aku nyeletuk, yank.. nanti sore kita kencan yukk.. dan suamiku denagn sabar menajwab..."sepertinya kamu kalau malem pasti kebingungan mau ngapain, gimana kalau kamu melakukan hal2 yg kamu sukai"...
sejenak aku terhenyak.. iyah, setelah 2 tahun ice lad pergi... kehidupan malanku jadi sepi.. xoxoxoxo... bagaimana enggak, selama kurnag lebih 2 tahun malam2 ku selalu ditemani oleh ice land... dna tiba2 dia pergi begitu saja... sekarang sudah ada kesibukan baru sih, seprti maen badminton, joging, maen roler blade.. tapi semua itu ternyata g bisa menyibukkanku. maklum, harus ada partner, akrna semua olahraga itu di lakukan di tempat umum. g enak rasanya kalau g ditemenin suami.
and now, aku mulai berfikir untuk memberdayakn my violin. yah, beberapa bulan yg lalu akhirnya aku membeli violin... iseng punya iseng, untuk melakukan pengejaran lagi. karna tanpa disadari, pola hidupku sudah di bentuk untuk selalu berlari dan berlari. dan rasanya g seru kalau g ada yg dikejar. so.. maybe now, i'll run for my violin.....
Senin, 25 Juni 2012
Jumat, 27 April 2012
Olahragawati yg terjebak dalam sebuah kantor..
hi guys... you've known i love sport much... very much.. but, look at me now..
i'm in the office, sit down back of my table, make a report for my branch...
yes, here im...
terjebak di sbuah kantor.. lebih tepatnya sebuah pekerjaan.
aku menyukai olahraga, dari usia 4 tahun aku sudah mengenal yg namanya badminton. olahraga wajib setiap sore.. hingga aku berusia 15 tahun.ya, kurang lebih 11 tahun aku bergelut denagn badminton. sampai aku berpindah ke solo untuk menempuh SMU. di tempatku bisa dibilang hampir tidak ada sekolah yg bagus...
di smu aku mulai mengikuti tae kwondo, dan itu berlanjut hingga kuliah. kurnag lebih 8 tahun aku mengikuti tae kwondo. di kuliahpun aku mulai mengikuti basket. selama di kuliah s1 aku menjdi team inti basket di fakultas dna jurusanku....lalu, mulai 2008 lalu aku mulai mengikuti ice skating.. hingga 2010... and then.. sekarnag aku duduk di belakang meja.... mungkin karna aku terlalu pintar, jadi sayang kan kalau ndak dimanfaatkan kepintarannya.... haha..
but, i still love ice skating, tae kwondo, badminton, basket.... love it so much...
i'm in the office, sit down back of my table, make a report for my branch...
yes, here im...
terjebak di sbuah kantor.. lebih tepatnya sebuah pekerjaan.
aku menyukai olahraga, dari usia 4 tahun aku sudah mengenal yg namanya badminton. olahraga wajib setiap sore.. hingga aku berusia 15 tahun.ya, kurang lebih 11 tahun aku bergelut denagn badminton. sampai aku berpindah ke solo untuk menempuh SMU. di tempatku bisa dibilang hampir tidak ada sekolah yg bagus...
di smu aku mulai mengikuti tae kwondo, dan itu berlanjut hingga kuliah. kurnag lebih 8 tahun aku mengikuti tae kwondo. di kuliahpun aku mulai mengikuti basket. selama di kuliah s1 aku menjdi team inti basket di fakultas dna jurusanku....lalu, mulai 2008 lalu aku mulai mengikuti ice skating.. hingga 2010... and then.. sekarnag aku duduk di belakang meja.... mungkin karna aku terlalu pintar, jadi sayang kan kalau ndak dimanfaatkan kepintarannya.... haha..
but, i still love ice skating, tae kwondo, badminton, basket.... love it so much...
Jumat, 09 Maret 2012
Prosedur Pengembangan Sistem Informasi
assalamualaikum wr wb
berikut akan saya paparkan sedikit pengalaman saya mengenai pembuatan system. sebenarnya komponen apa saja yg perlu dilakukan untuk membuat sebuah system informasi? dan sebenarnya apa keuntungan dan kerugian menggunakan system informasi?
disini akan kita kupas sedikit demi sedikit mengenai hal tersebut.
pertama mengenai system informasi. saat ini peran dari teknologi informasi sudah sangat besar dalam kehidupan kita sehari hari. baik itu berupa akses internet dan jaringan, maupun system informasi. dalam sebuah institusi yg besar, tak dapat dielakkan bahwa sistem informasi bisa menjadi kebutuhan yg sangat mendsar. hal itu bisa disebabkan oleh banyaknya data2 yg harus dikelola, maupun proses bisnis yg hrs dijalankan. peran dari system informasi sesuai dengan jenis dari system itu sendiri, akan tetapi secara garis besar, berikut fungsi dari system informasi:
1. sebagai pengelola data
2. sebagai penyedia data
3. sebagai pemroses data
4. sebagai penyimpan data
supaya sebuah system informasi dapat tepat guna sesuai dengan kebutuhan user, prosedur apa saja yang harus dilakukan dalam membangun sebuah system informasi? berikut prosedur dalam membuat sebuah system informasi :
1. analisa
-analisa system
analisa system ini yaitu proses menganalisis kebutuhan dari pengguna. untuk mendapatkan hal-hal apa saja yg dibutuhkan oleh pengguna yaitu dengan cara requirement gathering(RG). RG ini bisa dilakukan dengan tanya jawab dengan pihak pengguna, terkait dengan proses apa saja yang dibutuhkan, fungsi fungsi yang akan dijalankan, dan data apa saja yg akan digunakan. analisa ini harus dilakukan secara mendetail supaya SI dapat tepat guna untuk user.
selain dengan RG, analisa juga dapat dilakukand engan riset pasar. riset pasar ini dapat dilakukan dengan wawancara terhadap beberapa pihak yang mempunyai bisnis proses yg sama. hal ini sangat penting untuk mendapatkan hal2 apa saja yang biasanya menjadi kendala dalam proses bisnis mereka sehari hari. dengan mendapatkan data2 terkait dengan kesulitan kesulitan dalam proses bisnis ini, pihak developer system dapat mengembangkan system yang dapat mengantisipasi kendala2 tersebut.
-analisa hardware
pada analisa ini yang perlu dilakukan yaitu analisis terhadap hardware yang tersedia atau yg akan digunakan oleh pihak user. hal ini dilakukan supaya system yang akan didevelop dapat berjalan dengan baik dan optimal pada hardware yang digunakan oleh user.
2. perencanaan
pada proses perencanaan ini , hal hal yang dilakukan yaitu terkait dengan persiapan atau planning developing system. yaitu terkait platform(bahasa pemrograman) apa yang akan digunakan, database yang akan digunakan, penyusunan timeline, serta personil atau tenaga ahli yang dibutuhkan.
- untuk bahasa pemrograman, harus disesuaikan dengan fungsionalitas dari SI, dan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dari pihak user. cth kasus untuk sebuah perusahaan yang mempunyai cabang tersebar di beberapa daerah, dan mempunyai kebutuhan data real time, maka mereka membutuhkan SI yang dapat mengakomodir untuk dapat diakses melalui sebuah jaringan internet. agar system dapat diakses via internet, maka bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk mendevelop system tersebut yaitu dengan bahasa pemrograman PHP, atau Java.
- database , untuk database ini mengikuti dari platform atau bahasa pemrograman yang digunakan.
- timeline, untmeline disesuaikan dengan tingkay kesulitan developing system dan juga disesuikan dengan kebutuhan penggunaan dari user.
- tenaga ahli , untuk kebutuhan tenaga ahli ini disesuaikan dengan jenis bahasa pemrograman yang digunakan dan juga tingkat kesulitan dari system informasi yang di develop.
3. Perancangan
pada tahab ini dilakukan proses perancangan dari system informasi. perancangan tersebut meliputi perancangan system dan peranccangan database. perancangan ini harus disesuaiakan dengan fungsionalitas dari system, interface atau antarmuka dan juga data apa saja yg akan dikelola. setelah proses perancangan selesai, pihak developer harus melakukan diskusi dengan pihak user, apakah rancangan tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan mereka.
4. Developing
setelah rancangan system disetujui oleh pihak user, maka tahapan selanjutnya yaitu tahap developing. pada tahab ini meliputi developing system, interface dan database. tentu saja dalam proses developing ini harus menyesuaikan dengan rancangan system.
setelah proses developing selesai dilakukan, pihak developer harus melakukan diskusi dan pemaparan dengan pihak user. hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa system yang didevelop sudah sesuai dengan fungsionalitas dan kebutuhan dari pihak user.
5. Testing
setelah system selesai di develop dan juga sudah sesuai dengan kebutuhan user, maka tahap selanjutnay yaitu testing. yang dilakukan pada tahap ini yaitu pihak developer dan pihak user bersama sama melakukan test terhadap system dengan menggunakan data dummy. hal ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa system dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan user. selain tiu juga untuk mengetahui bugs yg ada di dalam system. jika ada bugs, atau ada proses yang kurang sempurna, maka pihak developer harus dengan segera menyempurnakan system yg didevelop.
6. implementasi
setelah testing dilakukan, dan system dapat berjalan dengan baik, maka tahap selanjutnya yaitu implementasi. pada tahap ini yang perlu dilakukan yaitu memastikan hardware yang akan digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan system. jika sudah maka pihak developer dapat melakukan instalasi system dan database.
7. pelatihan
setelah implementasi dilakukan, tahap selanutnya yaitu pelatihan. pelatihan ini dilakukan oleh pihak developer kepada pihak user. selain itu pihak developer juga harus membuat modul terkait dengan penjelasan system dan fungsionalitas system.
pelatihan ini harus dilakukan suapa pihak user dapat mengetahui secara pasti fungsi dari masing2 modul yang telah didevelop oleh developer.
penyusun :
Bety Ria Sersana, S.Kom, M.Cs
sersan_ana@yahoo.com
085 643 650 655
214105A8
berikut akan saya paparkan sedikit pengalaman saya mengenai pembuatan system. sebenarnya komponen apa saja yg perlu dilakukan untuk membuat sebuah system informasi? dan sebenarnya apa keuntungan dan kerugian menggunakan system informasi?
disini akan kita kupas sedikit demi sedikit mengenai hal tersebut.
pertama mengenai system informasi. saat ini peran dari teknologi informasi sudah sangat besar dalam kehidupan kita sehari hari. baik itu berupa akses internet dan jaringan, maupun system informasi. dalam sebuah institusi yg besar, tak dapat dielakkan bahwa sistem informasi bisa menjadi kebutuhan yg sangat mendsar. hal itu bisa disebabkan oleh banyaknya data2 yg harus dikelola, maupun proses bisnis yg hrs dijalankan. peran dari system informasi sesuai dengan jenis dari system itu sendiri, akan tetapi secara garis besar, berikut fungsi dari system informasi:
1. sebagai pengelola data
2. sebagai penyedia data
3. sebagai pemroses data
4. sebagai penyimpan data
supaya sebuah system informasi dapat tepat guna sesuai dengan kebutuhan user, prosedur apa saja yang harus dilakukan dalam membangun sebuah system informasi? berikut prosedur dalam membuat sebuah system informasi :
1. analisa
-analisa system
analisa system ini yaitu proses menganalisis kebutuhan dari pengguna. untuk mendapatkan hal-hal apa saja yg dibutuhkan oleh pengguna yaitu dengan cara requirement gathering(RG). RG ini bisa dilakukan dengan tanya jawab dengan pihak pengguna, terkait dengan proses apa saja yang dibutuhkan, fungsi fungsi yang akan dijalankan, dan data apa saja yg akan digunakan. analisa ini harus dilakukan secara mendetail supaya SI dapat tepat guna untuk user.
selain dengan RG, analisa juga dapat dilakukand engan riset pasar. riset pasar ini dapat dilakukan dengan wawancara terhadap beberapa pihak yang mempunyai bisnis proses yg sama. hal ini sangat penting untuk mendapatkan hal2 apa saja yang biasanya menjadi kendala dalam proses bisnis mereka sehari hari. dengan mendapatkan data2 terkait dengan kesulitan kesulitan dalam proses bisnis ini, pihak developer system dapat mengembangkan system yang dapat mengantisipasi kendala2 tersebut.
-analisa hardware
pada analisa ini yang perlu dilakukan yaitu analisis terhadap hardware yang tersedia atau yg akan digunakan oleh pihak user. hal ini dilakukan supaya system yang akan didevelop dapat berjalan dengan baik dan optimal pada hardware yang digunakan oleh user.
2. perencanaan
pada proses perencanaan ini , hal hal yang dilakukan yaitu terkait dengan persiapan atau planning developing system. yaitu terkait platform(bahasa pemrograman) apa yang akan digunakan, database yang akan digunakan, penyusunan timeline, serta personil atau tenaga ahli yang dibutuhkan.
- untuk bahasa pemrograman, harus disesuaikan dengan fungsionalitas dari SI, dan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dari pihak user. cth kasus untuk sebuah perusahaan yang mempunyai cabang tersebar di beberapa daerah, dan mempunyai kebutuhan data real time, maka mereka membutuhkan SI yang dapat mengakomodir untuk dapat diakses melalui sebuah jaringan internet. agar system dapat diakses via internet, maka bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk mendevelop system tersebut yaitu dengan bahasa pemrograman PHP, atau Java.
- database , untuk database ini mengikuti dari platform atau bahasa pemrograman yang digunakan.
- timeline, untmeline disesuaikan dengan tingkay kesulitan developing system dan juga disesuikan dengan kebutuhan penggunaan dari user.
- tenaga ahli , untuk kebutuhan tenaga ahli ini disesuaikan dengan jenis bahasa pemrograman yang digunakan dan juga tingkat kesulitan dari system informasi yang di develop.
3. Perancangan
pada tahab ini dilakukan proses perancangan dari system informasi. perancangan tersebut meliputi perancangan system dan peranccangan database. perancangan ini harus disesuaiakan dengan fungsionalitas dari system, interface atau antarmuka dan juga data apa saja yg akan dikelola. setelah proses perancangan selesai, pihak developer harus melakukan diskusi dengan pihak user, apakah rancangan tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan mereka.
4. Developing
setelah rancangan system disetujui oleh pihak user, maka tahapan selanjutnya yaitu tahap developing. pada tahab ini meliputi developing system, interface dan database. tentu saja dalam proses developing ini harus menyesuaikan dengan rancangan system.
setelah proses developing selesai dilakukan, pihak developer harus melakukan diskusi dan pemaparan dengan pihak user. hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa system yang didevelop sudah sesuai dengan fungsionalitas dan kebutuhan dari pihak user.
5. Testing
setelah system selesai di develop dan juga sudah sesuai dengan kebutuhan user, maka tahap selanjutnay yaitu testing. yang dilakukan pada tahap ini yaitu pihak developer dan pihak user bersama sama melakukan test terhadap system dengan menggunakan data dummy. hal ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa system dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan user. selain tiu juga untuk mengetahui bugs yg ada di dalam system. jika ada bugs, atau ada proses yang kurang sempurna, maka pihak developer harus dengan segera menyempurnakan system yg didevelop.
6. implementasi
setelah testing dilakukan, dan system dapat berjalan dengan baik, maka tahap selanjutnya yaitu implementasi. pada tahap ini yang perlu dilakukan yaitu memastikan hardware yang akan digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan system. jika sudah maka pihak developer dapat melakukan instalasi system dan database.
7. pelatihan
setelah implementasi dilakukan, tahap selanutnya yaitu pelatihan. pelatihan ini dilakukan oleh pihak developer kepada pihak user. selain itu pihak developer juga harus membuat modul terkait dengan penjelasan system dan fungsionalitas system.
pelatihan ini harus dilakukan suapa pihak user dapat mengetahui secara pasti fungsi dari masing2 modul yang telah didevelop oleh developer.
penyusun :
Bety Ria Sersana, S.Kom, M.Cs
sersan_ana@yahoo.com
085 643 650 655
214105A8
Langganan:
Postingan (Atom)

